Puisi Cinta Sedih Pendek Singkat Menyentuh Hati

  • Whatsapp
Puisi Cinta Sedih Pendek

Puisi Cinta Sedih Pendek Singkat Menyentuh Hati, puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang bahasanya yang sangat ditentukan oleh Irama.

Baliklagi.com kali ini akan, mencoba memberikan salah satu contoh Puisi Cinta Sedih Pendek Singkat Menyentuh Hati yang kami lansir dari situs popbela.com. Langsung simak dibawah:

Bacaan Lainnya

Harapan Kosong

Mencoba tuk bertahan di tengah kepungan badai cobaan
Lelah dalam melangkah menggenggam cinta tak berbalas
Warna pelangi hanyalah semu yang dirasakan
Hilang tersalip awan-awan biru yang menderu-deru
Lupakan semua kenangan dan janji-janji hati

Kepastian sudah diberikan
Namun pengkhianatan menjadi jawaban
Cinta sejati kini telah ternodai
Hampa terasa sunyi di dalam jiwa

Menanti harapan melepas masa-masa kelam
Melangkah maju menuju sebuah harapan
Cinta sejati sudah jauh dan pergi
Berlalu pilu ditelan oleh sang waktu

Sedih yang Terlalu

Di penghujung hariku ini
Tak juga bisa kutulis tepat
Kesimpulan tentang perlakuanmu
Karena terlalu dalamnya kau menghilang
Dalam lautan kemuna’anmu
Kau junjung tinggi rasa egomu
Untuk sebuah kepuasan

Tak juga kutemukan kebenaran itu
Saat kau hadir dalam semu
Hingga kasa dimataku
Sedang yang tersimpan hanya luka

Mungkin aku sebuah karang yang hanya diam
Saat kau menjadi ombak menerjangku tak henti
Dan egomu, juga semua yang kau lakukan
Membunuhku perlahan

Mimpi yang Hilang

Di bawah hamparan gelap luas yang bertabur bintang
Aku menatap satu bintang yang paling terang
Aku menatapnya dengan penuh harapan
Seolah itu kau
Yang kini jauh seakan hilang..

Selama ini
Aku mencoba tuk selalu mengerti hatiku
Namun ternyata semua masih semu ku rasakan
Nama yang terukir dalam karang hatiku
Kini seakan terkikis
Oleh ombak yang menghantam..

Aku dan jenuhku, bersama membisu
Terlalu jauh untuk meraih bintang yang sedang ku tatap
Aku dan senyumku
Mengikuti diam termenung
Namun tercipta sebuah mimpi
Yang hilang hanya dalam sekejap

Teriakan Hati
Disaat terpikir tentang dia
Yang entah ada di mana
Terkadang hati teriak dengan kehampaannya
Mencari dan menunggu hati cintanya

Ku menangis tanpa air mata
Ku teriak tanpa suara
Hanya merasakan sakitnya hati
Begitu tersiksa menunggu yang di nanti

Begitu berat melepaskan rasa ini
Yang sudah merasuk dalam hati
Mungkin bila aku nanti mati
Sesalku akan abadi

Akankah penantian ini berujung bahagia
Ataukah hanya asa semata
Tapi hatiku kan selalu tegar menghadapinya
Walau akhirnya hanya membuat luka

Pos terkait