Puisi Diponegoro Karya Chairil Anwar

  • Whatsapp
Puisi Diponegoro

Puisi Diponegoro Karya Chairil Anwar yang ditulis pada Februari 1943, isi dari puisi ini adalah menceritakan keberanian dari seorang pangeran pada waktu penjajahan.

Selain itu juga beliau sangat bersemangat untuk tetap membela tanah air Indonesia, dalam memerangi para penjajah. Tidak pernah ada kata lelah, untuk tetap berjuang demi mencapai kemerdekaan.

Bacaan Lainnya

Siapa Dipenogoro ? Sebelum bahas puisi dari karya chairil anwar, kita bahas sedikit profil biografi dari pangeran dipenogoro. Nama asli beliau adalah Bendara Pangeran Harya Dipanegara, lahir di Ngayogyakarta Hadiningrat, 11 November 1785. Beliau adalah Beliau adalah anak dari Sultan Hamengkubuwana III

Berikut Puisi Diponegoro Karya Chairil Anwar

Diponegoro

Di masa pembangunan ini…
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api..

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali….
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati…

MAJU…

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu….

Sekali berarti
Sudah itu mati….

MAJU…

Bagimu Negeri
Menyediakan api….

Punah di atas menghamba…
Binasa di atas ditindas…
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai…
Jika hidup harus merasai…

Maju…
Serbu…
Serang…
Terjang…

(Februari 1943)

Pengarang : Chairil Anwar

Chairil Anwar menyatakan kekaguman terhadap pahlawan dipenogoro lewat tulisan yang di beri judul pangeran dipenogoro. Selain keberanian, kegigihan, untuk memperjuangkan negara republik Indonesia, beliau juga tidak pernah menyerah dan lelah.

Pos terkait