Puisi Maulid Nabi Muhammad S.A.W pendek Dan singkat

  • Whatsapp
Maulid Nabi Muhammad S.A.W

Puisi Maulid Nabi Muhammad SAW pendek singkat menyentuh hati yang dapat dijadikan untuk tugas sekolah, anda para pecinta nabi besar bisa cek puisi di bawah yang dilansir dari situs https://portalprobolinggo.pikiran-rakyat.com.

Nah jika kalian kebetulan mendapat tugas untuk membuat Puisi Maulid Nabi Muhammad SAW pendek singkat, bisa cek langsung dibawah.

Bacaan Lainnya

“Aku Mencintaimu, ya Rasul”

Ya Rabb
Izinkan aku untuk mencintai kekasihmu, Muhammad
Bantu aku untuk terus mengingatnya
Dan bershalawat kepadanya

Ya Muhammad
Andaikan sekarang ini aku masih bisa melihatmu
Mendengarkan nasihat-nasihatmu
Apakah engkau akan menerimaku sebagai umatmu?
Begitu malu diri ini, bila mengharap rahmatmu
Karena aku tahu, diri ini masih belum layak

Tapi
Apapun pendapatmu
Tetap satu yang menjadi panutanku, terhadapmu
Yaitu dengan cara mengingatmu
Meneladanimu, dan bershalawat kepadamu
Karena aku mencintaimu ya Rasul

“Muhammadku”

Ketika dunia ini telah redup
Kau datang dengan membawa cahaya
Yang menerangi seluruh alam semesta ini
Dunia ini tersenyum, menanti akan kehadiranmu wahai junjunganku
Menanti akan semua akhlakmu yang mulia

Engkau tak mengenal lelah, letih hanya demi
Membela agama Rabbmu wahai junjunganku
Engkau dicaci, engkau dimaki oleh orang-orang
Yang tak bertanggungjawab wahai junjunganku
Orang-orang yang tak mengerti akan keesaan Tuhan ilahi Rabbi
Tapi apa balasanmu wahai junjunganku
Kepada orang-orang yang telah menzalimimu
Tidakkah engkau menaruh setitik amarah terhadapnya

Kesabaran, keikhlasan itulah yang selalu engkau tanamkan
Engkau berikan segala pencerahan dalam kehidupan jahiliah ini
Mengubah semua arah melintang pada kehidupan ini
Menjadi arah petunjuk yang lurus, berbinar
Yaitu jalan yang telah Tuhan ridhoi

Kini engkau telah tiada, meninggalkan cahaya imanmu
Untuk selalu dikenang dan dijalankan oleh seluruh umatmu
Hingga hari akhir nanti tiba
Wahai Nabiku, Rasulku dan junjunganku
Selamatkanlah kami, umatmu yang hina ini, dengan syafaatmu
Wahai Muhammadku

“Muhammad Sang Peneduh Jiwa”

Terdengar tangisan bahagia
Angin yang berhembus selembut sutera
Terasa hangat pelukan sang ibunda
Menyambut lahirnya seorang bayi istimewa
Bagai butir mutiara peneduh jiwa

Sang Muhammad bin Abdullah
Dengan kekurangannya, yang tidak bisa membaca
Dan menulis
Menuntunnya dalam takdir Allah SWT
Ketika dalam kesunyiannya di Gua Hira’
Mendapatkan wahyu pertama

Dakwah yang sulit diterima masyarakat
Godaan-godaan dan siksaan yang tak bisa dihindarkan
Ketika perang tanpa henti membela Islam
Yang harus diteladani umatnya hingga sekarang
Dalam memperingati maulid Nabi Muhammad SAW

Ya Allah
Kuingin bertemu dengan sang
Peneduh jiwa itu
Walaupun hanya dalam bunga mimpi
Kekasihku ya Muhammad

Pos terkait